Olahraga padel di Indonesia masih relatif baru tapi pertumbuhannya sangat cepat. Komunitas-komunitas lokal bermunculan di kota besar, fasilitas mulai dibangun, dan atlet-atlet mulai tampil di turnamen internasional.
Berikut beberapa kisah nyata dan potensi yang bisa dijadikan inspirasi untuk siapa saja yang bermimpi besar di padel.
Contoh Nyata: Zar Lasahido dan FIP Bronze Thailand 2025
Salah satu cerita yang paling menonjol datang dari Zar Lasahido. Pemain padel nomor satu Indonesia ini berhasil menembus perempat final FIP Bronze Thailand Koh Samui 2025.
Keberhasilan Zar muncul dari kerja keras komunitas lokal, latihan intens, dan keberanian ikut turnamen internasional kecil seperti FIP Bronze. Jadwal latihan + dukungan klub lokal membuatnya lebih siap secara mental dan fisik ketika bertanding melawan lawan dari luar negeri.
Prestasi ini membuktikan bahwa atlet Indonesia bisa bersaing, asalkan mendapat peluang tampil di panggung internasional. Ini menjadi motivasi bagi generasi pamula dan komunitas padel di Indonesia.
Kisah Singgih Ario Suselo: Tetap Berjuang di Peringkat Dunia
Singgih Ario Suselo menjadi contoh lain pemain Indonesia yang gigih. Di usia 38 tahun, dia sudah masuk FIP World Rankings, meskipun masih di peringkat ke-1.787.
Bagi banyak orang, usia tersebut mungkin dianggap โtelatโ untuk mulai bersaing di level internasional. Tapi Singgih membuktikan bahwa dengan konsistensi dan semangat, masih ada ruang untuk masuk peringkat dunia. Meski belum meraih kemenangan besar, namanya sudah masuk daftar global, yang sendiri adalah pencapaian besar dari komunitas lokal.
Tim Indonesia di Turnamen Asia Pacific 2024
Tim Indonesia pun sudah ikut serta dalam turnamen Internasional Asia Pacific 2024. Atlet seperti Beatrice Gumulya, Sandy Gumulya, Karyn Emeralda, Ni Nyoman Sri Maryati, Panji Untung Setiawan, dan beberapa lainnya sempat turun di seri ketiga di Ho Chi Minh, Vietnam.
Meski belum meraih juara besar, pengalaman di turnamen lintas negara ini sangat penting. Mereka belajar tentang gaya bermain lawan internasional, kondisi lapangan yang berbeda, serta tekanan kompetisi.
Tantangan yang Dihadapi Pemain Pemula Indonesia
Dari berbagai cerita di atas, beberapa tantangan muncul:
- Fasilitas dan pelatih profesional yang belum merata. Banyak komunitas masih bergantung pada lapangan klub swasta atau komunitas sendiri.
- Biaya perjalanan, akomodasi, dan biaya turnamen internasional yang cukup tinggi.
- Akses ke turnamen FIP Bronze / Silver masih terbatas, sehingga pengalaman internasional masih jarang.
- Mental bertanding serta regulasi internasional yang kadang asing bagi pemain yang hanya biasa di lokal.
Faktor Keberhasilan Komunitas dan Pemain Lokal
Apa saja yang bikin beberapa atlet lokal bisa sukses?
1. Komunitas Lokal yang Solid
Latihan rutin, mentoring dari pemain yang punya pengalaman, support moral dan fasilitas lokal sangat berpengaruh.
2. Keterlibatan Turnamen Internasional Kecil Dulu
Mulai dari turnamen lokal โ FIP Bronze kecil โ belajar dari kekalahan & analisis pertandingan. Kesabaran dan pengalaman ini sangat penting.
3. Pola Latihan Fisik & Mental
Selain teknik, latihan fisik dan mental (ketahanan, refleks, strategi) dibina agar siap menghadapi variasi lawan dan kondisi pertandingan internasional.
4. Dukungan Infrastruktur & Sponsor
Lapangan yang sesuai standar, fasilitas pendukung, sponsor lokal atau brand olahraga ikut mendukung menjadi sangat penting.
Potensi Besar untuk Masa Depan
Dengan semakin banyaknya komunitas padel di kota-kota besar (Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya), peluang muncul atlet baru lebih besar.
Turnamen internasional Bronze / Silver makin sering digelar, termasuk yang Indonesia sendiri menjadi tuan rumah seperti FIP Bronze Indonesia II Bali Series.
Kejadian bahwa satu atlet lokal bisa menembus perempat final FIP Bronze memberi sinyal bahwa talent di Indonesia sudah ada, tinggal disupport agar lebih konsisten.
Rekomendasi Untuk Pemula yang Mau Sukses
Mulai dari komunitas lokal: latihan rutin, cari partner latihan, ikut workshop teknik.
Gunakan turnamen lokal sebagai batu loncatan: gain pengalaman dan kepercayaan diri.
Catat dan evaluasi setiap pertandingan, termasuk kesalahan agar bisa diperbaiki.
Manajemen fisik, nutrisi, pemulihan otot penting agar tidak cedera dan tetap fit.
Latih mental: siap kalah, siap dengan tekanan lawan, dan terus termotivasi.
Kesimpulan
Kisah sukses pemain padel Indonesia mungkin belum massal, tapi sudah mulai muncul & nyata. Zar Lasahido, Singgih Ario Suselo, dan atlet tim Asia Pacific adalah contoh bahwa dari komunitas kecil pun bisa mulai melangkah ke panggung internasional.
Dengan dukungan komunitas, turnamen, latihan yang konsisten, dan mental yang kuat, bukan tidak mungkin atlet Indonesia akan tampil lebih sering & lebih kompetitif di level FIP maupun Premier Padel nanti.










